Ini Bahagia Sesungguhnya Saat Orientasi Pada Akherat

Idfai.id, Khazanah – Sebagian masyarakat ada yang menilai bahwa bahagia itu ketika hidup di dunia dipermudah bahkan memiliki segela-nya.

 

Tapi, itu bukan segala-nya lantaran tak akan ada artinya di akherat. Apalagi, orang tersebut tak pernah memprioritaskan hidupnya di dunia untuk bekal di akherat.

 

Baca Juga
Cara Mencari Pahala, Sebarkan Status Kebaikan Kepada Orang Lain

 

Ibnu Hazm -Rahimahullah- mengatakan:

 

“Aku dapati orang yang ‘beramal untuk akherat’, jika dia diuji dengan sesuatu yang dibenci dalam jalan itu; dia tidak sedih, bahkan dia malah bahagia, karena harapannya terhadap apa yang akan diterimanya (di akherat) itu menjadi penolong baginya pada hal yang dia inginkan, dan itu melebihi target yang dia inginkan.

 

Ini Bahagia Sesungguhnya Saat Orientasi Pada Akherat

 

“Dan aku dapati bila dia terhenti langkahnya oleh sesuatu hal di jalan itu; dia tidak sedih, karena dia (tahu) tidak akan disalahkan karenanya, sehingga hal tersebut tidak berpengaruh terhadap apa yang dia inginkan (di akherat)”.

 

Aku melihat bila dia dijadikan sasaran gangguan; dia bahagia. Bila ditimpa kesulitan; dia bahagia. Dan bila dia lelah karena apa yang dijalani; dia gembira, sehingga dia dalam keadaan bahagia selamanya.

 

“Dan ketahuilah, bahwa yang diinginkan (oleh manusia) hanyalah satu; MENGUSIR KESEDIHAN, dan tidak ada jalan untuk itu melainkan satu jalan, yaitu: beramal karena Allah ta’ala.”

 

📒 [Al-Akhlaq was Siyar, Ibnu Hazm, hal: 15-16]”

 

Inilah yang jauh hari telah disinggung oleh Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-:

 

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin, karena semua keadaannya adalah kebaikan, dan itu tidaklah ada melainkan pada diri seorang mukmin. Bila dia menerima nikmat; dia bersyukur, sehingga itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ditimpa ujian, dia bersabar, sehingga itu menjadi kebaikan pula baginya”. [HR. Muslim: 2999].

Post a Comment