Tiket Borobudur Untuk Turis Domestik 750 Ribu, Ini Fakta Menarik dan Keindahan-nya

 

Idfai.id, Wisata – Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menaikkan harga tiket masuk wisata Candi Borobudur menjadi sebesar Rp 750 Ribu bagi warga lokal dan 100 USD untuk turis asing.

 

Pengumuman itu menjadi kontroversi lantaran keputusan itu tak sejalan dengan prinsip pemerintah yang sedang meningkatkan atau memulihkan ekonomi nasional.

 

Disamping perihal tersebut, ada beberapa fakta menarik dan keindahan candi Borobudur dikutip dari beberapa sumber yang dirangkum idfai.id.

 

Candi Borobudur diperkirakan dibangun antara abad ke-8 dan ke-9. Butuh waktu 75-100 tahun untuk bisa menyelesaikannya pada masa pemerintahan Raja Samaratungga.

 

Namun, tak ada bukti konkret mengenai alasan utama Candi Borobudur dibangun. Seiring berkembangnya kerajaan Islam di Jawa, Candi Borobudur mulai ditinggalkan pada abad ke-14.

 

Setelah itu, Candi Borobudur ditemukan oleh Gubernur Jenderal Inggris, Sir Thomas Stamford Raffles pada 1814. Cerita ini dia tuliskan pada sebuah buku berjudul The History of Java atau Sejarah Pulau Jawa.

 

Candi Borobudur terdiri atas dua juta balok vulkanik. Namun, teka teki itu masih belum terjawabnya. Sebab, balok batu vulkanik itu masih tersusun dengan baik sehingga candi tetap rapih dan kokoh.

 

Candi Borobudur sempat menjadi perburuan para artefak. Lantaran, mereka tertarik dengan arca-arca-nya. Hal itu dikarenakan ada patung budha tanpa kepala. Lima arca Buddha beserta 30 batu dengan 30 batu relief, dua patung singa, arca penjaga, batu bentuk tangga, dan sebagainya.

 

Relief di Candi Borobudur bercerita kisah kehidupan umat Buddha. Salah satu kisahnya mengenai kelahiran Buddha yang diceritakan pada relief Jataka dan Awadana.

 

Seiring berjalannya waktu, Candi Borobudur dipugar. Awal kembalinya Candi Borobudur dimulai pada 1885. Kala itu, Ketua Masyarakat Arkeologi di Yogyakarta, Yzerman, menemukan kaki tersembunyi.

 

Pemugaran Candi Borobudur diresmikan Presiden RI ke-2, Soeharto. Pemugaran yang menghabiskan dana US$6,9 juta tersebut selesai pada 1984. Alhasil, UNESCO mendaftarkan Candi Borobudur sebagai salah satu Situs Warisan Dunia pada 1991.

 

Borobudur menjadi wisata ziarah bagi umat Buddha. Candi ini juga dijadikan pusat perayaan Waisak di Indonesia yang menarik perhatian wisatawan domestik hingga internasional.

 

Candi borobudur sempat rusak akibat bom dan bencana alam. Pada 21 Januari 1985, sembilan stupa rusak parah akibat bom. Serangan tersebut dikepalai seorang muslim beraliran ekstrem, Husein Ali Al Habsyie. Dia menerima hukuman penjara seumur hidup.

 

Sementara itu, bencana alam gunung merapi meletus. Debu vulkaniknya menutupi kompleks candi dengan ketebalan 2,5 sentimeter. Dampaknya, kawasan wisata ditutup 5-9 November 2010 untuk dilakukan pembersihan. (Adriana/Red)

Post a Comment