Tips Mencegah dan Mengobati Stretch Mark

Idfai.id, Sehat – Sebagian wanita pernah mengalami stretch mark atau gurat peregangan. Ya, masalah itu sering dirasakan pada ibu – ibu dimasa kehamilan atau setelah melahirkan. Tak hanya, faktor penurunan berat badan yang drastis tapi juga bisa memicu terbentuknya stretch mark. Jadi, stretch mark yang berupa garis-garis mengganggu ini ada di area ketiak, paha, perut, dada, dan selangkangan.

 

“Stretch mark disebabkan ekspansi kulit yang cepat, seperti penambahan berat badan selama kehamilan, pubertas, serta kerusakan pada jaringan ikat dan kolagen yang ditemukan jauh di bawah kulit,” kata Rachel Nazarian MD, dokter kulit dan asisten bersertifikat profesor klinis di departemen dermatologi Rumah Sakit Mount Sinai, dalam American Journal of Clinical Dermatology.

 

Baca Juga
Tak Hanya 3M, Tips Liburan Akhir Tahun di Era Pandemi

 

gurat peregangan

 

Berikut lima cara dermatologis mengobati dan mencegah stretch marks, seperti dilansir dari The Healthy, Kamis (7/1/2021).

 

Selalu melembapkan

Stretch mark memang tidak bisa dihindari, namun menurut dr Nazarian beberapa orang mengalami ini karena genetik. Tetapi, stretch mark dapat diminimalkan dengan selalu melembapkan kulit, terutama selama masa kehamilan dan kenaikan atau penurunan berat badan yang cepat. Kulit yang terhidrasi dengan baik akan lebih kenyal dan mampu menahan kekuatan peregangan.

 

Pijat

Pijat membuat kulit tetap sehat dan kecil kemungkinan terjadinya stretch mark. “Saya mendorong pijatan dengan emolien yang membantu meningkatkan sirkulasi dan berpotensi meminimalkan kemungkinan munculnya stretch mark,” kata dr Nazarian.

 

Menggunakan retinoid topical

Tretinoin atau Retin-A, turunan dari vitamin A, biasanya digunakan untuk jerawat atau anti-penuaan, tetapi bahan aktif ini juga terbukti dapat memudarkan stretch mark. Ia bekerja dengan cara mendorong kembali pembentukan kolagen yang membantu menyembuhkan bekas luka.

 

“Secara topikal, tretinoin telah terbukti merangsang pertumbuhan kolagen baru yang mengurangi tampilan stretch mark,” kata Jeremy Brauer MD, ahli bedah dermatologi yang berbasis di New York, Amerika Serikat.

 

Sementara dr Nazarian mengingatkan retinoid tidak aman digunakan selama kehamilan atau saat menyusui. Retinoid bekerja secara optimal saat awal pembentukan stretch mark di mana masih merah dan meradang. Setelah stretch mark menjadi putih, lebih sulit untuk diobati.

 

 

Menggunakan perawatan laser

Dikarenakan stretch mark hampir tidak mungkin dihapus sepenuhnya, tujuan perawatan ini untuk meningkatkan penampilan dan tekstur kulit sebanyak mungkin. Demikian menurut dr Brauer.

 

Dia mengatakan, perawatan laser vaskular striae merah yang baru, seperti laser pewarna berdenyut, sangat berhasil mengurangi warna stretch mark dan memberi perbaikan pada tekstur.

 

Pengobatan rumahan

Dokter Nazarian memperingatkan, tidak ada perawatan di rumah yang pernah terbukti berhasil dalam studi klinis. Meski begitu, minyak zaitun dan minyak kelapa memiliki anti-inflamasi yang luar biasa dan dapat membantu menangani stretch mark. Paling tidak, mereka dapat menjaga kulit tetap lembut dan kenyal.

Post a Comment